Vox Merdeka
Terbaru
Olahraga & Pendidikan

Di Tengah Kabut Asap, Kelas Digital Huma Betang Jadi Pusat Pantau Pendidikan Kalteng

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

14 September 2026, 21:36 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 04:26 WIB

192 dibaca 4.5
Di Tengah Kabut Asap, Kelas Digital Huma Betang Jadi Pusat Pantau Pendidikan Kalteng

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA — Ancaman kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak menghentikan proses pendidikan di Kalimantan Tengah.

Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menghadirkan Kelas Digital Huma Betang, sebuah inovasi yang tidak hanya mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tetapi juga menjadi pusat pemantauan kondisi pendidikan dan kualitas udara secara real time.

Inovasi tersebut dikembangkan di bawah kepemimpinan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Melalui sistem digital ini, Disdik Kalteng dapat memantau kondisi kualitas udara sekaligus melihat respons satuan pendidikan terhadap situasi kabut asap yang terjadi di masing-masing wilayah.

Kelas Digital Huma Betang mengintegrasikan informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan status pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan.

Dengan demikian, keputusan terkait moda pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kualitas udara di kabupaten/kota. Berdasarkan data dashboard pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 13.52 WIB, rata-rata ISPU Kalteng tercatat mencapai 327 atau berada dalam kategori “Berbahaya”.

Dari 424 satuan pendidikan yang terpantau di 14 kabupaten/kota, sebanyak 20 satuan pendidikan masih melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) normal, sedangkan 68 satuan pendidikan telah beralih ke Belajar dari Rumah (BDR) atau PJJ penuh.

Sementara itu, sejumlah satuan pendidikan lainnya menerapkan PTM terbatas dengan kewajiban penggunaan masker. Dashboard tersebut juga mencatat pelaksanaan 140 Kelas Virtual Live serta laporan 541 siswa mengalami gejala ISPA atau gangguan pernapasan berdasarkan pemantauan UKS dan fasilitas kesehatan.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Tidak hanya memantau proses pembelajaran, sistem tersebut juga memberikan gambaran mengenai kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah. Pada dashboard ISPU, misalnya, tercatat Palangka Raya mencapai 1.086 PM2.5, Gunung Mas 644 PM2.5, Kotawaringin Timur 547 PM2.5, Barito Selatan 489 PM2.5, dan Katingan 466 PM2.5.

Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menyesuaikan rekomendasi moda pembelajaran yang ditampilkan melalui sistem. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa penerapan PJJ di tengah kondisi Karhutla bukan berarti aktivitas belajar dihentikan.

Menurutnya, proses pembelajaran tetap berlangsung, hanya lokasi dan metode pelaksanaannya yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan. “PJJ bukan berarti anak-anak libur.

Pembelajaran tetap berjalan dan dikontrol melalui Kelas Digital Huma Betang,” ujar Reza Prabowo. Reza sebelumnya juga menegaskan bahwa pelaksanaan PJJ terus dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi ISPU di masing-masing wilayah.

Dengan pendekatan tersebut, satuan pendidikan dapat menyesuaikan metode pembelajaran, mulai dari PTM normal, PTM terbatas, hingga BDR/PJJ, berdasarkan kondisi kualitas udara setempat.

Transformasi yang dilakukan Disdik Kalteng menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak lagi sebatas sebagai media penyampaian materi pembelajaran.

Teknologi juga dimanfaatkan untuk membaca situasi, memantau kondisi sekolah, mengidentifikasi dampak terhadap siswa, hingga membantu pemerintah mengambil keputusan berbasis data.

Baca Juga

Bupati Sukamara Masduki :Fasilitas Pendidikan Lengkap, Pelajar Kalbar Pilih Bersekolah di Kalteng

Kebijakan tersebut sekaligus menempatkan kesehatan dan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas di tengah kondisi darurat kabut asap, tanpa mengabaikan hak siswa untuk tetap memperoleh pendidikan.

PJJ juga dapat diterapkan secara fleksibel. Bagi siswa yang menghadapi kendala jaringan internet maupun listrik, pembelajaran dapat didukung melalui pemberian modul dan bahan ajar.

Dengan berbagai fungsi tersebut, Kelas Digital Huma Betang kini berkembang menjadi instrumen digital yang menghubungkan data kualitas udara, kondisi satuan pendidikan, moda pembelajaran, kelas virtual, hingga pemantauan dampak kesehatan siswa dalam satu sistem.

Di tengah kondisi darurat akibat kabut asap, ruang kelas memang dapat berubah. Namun, proses pendidikan tidak harus berhenti. Melalui pemanfaatan data dan teknologi, Pemprov Kalteng berupaya memastikan pembelajaran tetap berjalan sekaligus memberikan perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan para murid.

Tag: #Kalteng #Pendidikan #Disdik Kalteng #PJJ #Kelas Digital Huma Betang
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

4.5 / 5 dari 4 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait