ISPO Jadi Kunci Daya Saing Pekebunan Kalteng, Akses Pasar Global Terbuka
ADMIN VOX MERDEKA
05 November 2025, 02:41 WIB · Diperbarui 08 Oktober 2026 03:49 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA - Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Rizky R. Badjuri, menekankan bahwa Pelatihan Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan kesejahteraan pekebunan sawit rakyat.
Penegasan ini disampaikan Rizky usai meresmikan Pembukaan Pelatihan Sertifikasi ISPO Tahun 2025 di Aula BPSDM Provinsi Kalteng, Selasa (4/11).
Ia menyatakan bahwa dengan pelatihan dan kepemilikan sertifikat ISPO, petani memiliki legalitas dan jaminan keamanan untuk memasarkan hasil kebun mereka, baik di pasar nasional maupun internasional. "Kita tidak hanya fokus pada perusahaan besar, tetapi juga pada pekebunan rakyat.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Dengan pelatihan dan sertifikat ISPO, mereka dapat menjual produknya ke pasar global. Ini adalah upaya nyata kita untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Rizky.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi ISPO berfungsi sebagai jaminan resmi bahwa produk sawit dari Kalteng telah memenuhi standar keberlanjutan dan regulasi keamanan.
Dampak positifnya meluas, tidak hanya pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Kepemilikan ISPO menjamin keamanan penjualan secara regulasi.
Selain peningkatan kesejahteraan, ini akan menciptakan efek berganda, termasuk peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pertumbuhan sektor pendukung seperti transportasi dan logistik," tambahnya.
Baca Juga
Bulog Kalteng Targetkan Salurkan 8.469 Ton Beras SPHP di 2026, Harga Tetap Terjangkau!
Rizky menambahkan bahwa pelatihan ISPO akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari tingkat provinsi dan kemudian diperluas ke kabupaten-kabupaten, seperti Seruyan dan Lamandau.
Ia berharap petani pekebun di daerah-daerah dapat segera memperoleh sertifikasi ini, sebab produk bersertifikat ISPO otomatis memiliki akses pasar global dan berpeluang mendapatkan harga premium. (R2)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.3 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Ekonomi & Bisnis
Bulog Kalteng Targetkan Salurkan 8.469 Ton Beras SPHP di 2026, Harga Tetap Terjangkau!
Ekonomi & Bisnis
Gekrafs Kalteng Dorong Optimalisasi Izin Ekspor Pasak Bumi dan Berdayakan Petani Lokal
Ekonomi & Bisnis
Ketua Gekraf Kalteng, Novanita Puspa Kencana, Pastikan Pelaku Kreatif Daerah Dapat Ruang Setara di Hekrafnas 2025
Ekonomi & Bisnis