DLH Dorong Warga Pilah Sampah Lewat Program Tukar Sampah Jadi Sembako
ADMIN VOX MERDEKA
07 Agustus 2025, 23:41 WIB · Diperbarui 08 Oktober 2026 13:29 WIB
PALANGKA RAYA - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya kembali menggelar penukaran limbah sampah dengan sembako di Halaman Kantor DLH Kota Palangka Raya, Kamis (7/8/2025).
Kegiatan ini disambut antusias warga dengan membawa limbah sampah yang telah dikumpulkan serta dibersihkan untuk ditukarkan dengan sembako atau uang.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kota Palangka Raya, Teguh Jaya Permana mengatakan sebenarnya program ini cukup lama berjalan dan diadakan setiap hari Kamis.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Tujuannya mengedukasi masyarakat agar dapat memilah sampah dengan baik dan mendatangkan manfaat. “Hingga saat ini ada 30 nasabah yang rutin menyetorkan sampahnya.
Setiap sampah yang dibawa warga akan ditimbang berdasarkan jenisnya yang kemudian dinilai menjadi uang rupiah yang dapat ditukarkan dengan sembako atau ditabung menjadi emas sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan lebih,” terang Teguh.
Untuk penukaran sampah dengan sembako lanjut Teguh, dapat tukar dengan minyak goreng, ikan kemasan, mie instan, gula pasir, tisu, teh, kopi, dan garam. “Kami berharap dengan adanya program ini, selain dapat menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga mendapatkan tambahan manfaat lainnya,” pungkasnya. (R1)
Baca Juga
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.3 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
Kabut Asap Tekan Jarak Pandang Bandara Tjilik Riwut hingga 200 Meter, Penerbangan Tetap Normal
Palangka Raya
Empat Tuntutan Aliansi Masyarakat Resah ke Pertamina soal Krisis BBM Kalteng
Palangka Raya