Evaluasi Bersama BNPB, Gubernur Agustiar Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla Kalteng
ADMIN VOX MERDEKA
12 September 2026, 15:03 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 04:22 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Suharyanto melakukan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Evaluasi tersebut berlangsung dalam Rapat Evaluasi Satgas Karhutla di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).
Turut hadir Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, unsur Forkopimda, bupati dan wali kota se-Kalteng, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Kalteng.
Dalam rapat tersebut, Agustiar menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dengan melibatkan Forkopimda dan seluruh pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dirasakan langsung masyarakat. Kondisi kualitas udara akibat kabut asap dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas warga, bahkan berdampak pada sektor transportasi dan pendidikan, seperti pembatalan penerbangan serta penerapan pembelajaran jarak jauh. “Kita menghadapi kendala karena musim kemarau dan keterbatasan air bersih.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Namun, kita terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk melalui sumur bor. Bagi masyarakat yang terdampak, pemerintah juga menyiapkan bantuan sembako serta Rumah Oksigen yang dilengkapi obat-obatan dan vitamin,” ujar Agustiar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib memaparkan perkembangan penanganan karhutla di wilayah Kalteng. Evaluasi mencakup hasil briefing rutin, kondisi terkini di lapangan, hingga langkah penanganan yang telah dilakukan melalui pengerahan Satgas Darat dan dukungan operasi udara.
Dukungan udara meliputi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), patroli udara, serta water bombing. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan, terutama akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan sumber air.
Ahmad Toyib juga menyampaikan kebutuhan penguatan sarana dan prasarana untuk mendukung efektivitas pemadaman di lapangan. Kepala BNPB RI Suharyanto mengapresiasi kinerja Satgas Penanganan Karhutla Kalteng yang dinilainya telah bekerja secara solid melalui kolaborasi lintas unsur.
Dalam evaluasinya, Suharyanto menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Satgas Darat dan Satgas Udara. Menurutnya, operasi water bombing menggunakan helikopter diarahkan untuk membantu menangani titik api yang sulit dijangkau oleh personel darat.
Baca Juga
Badko HMI Kalteng Kecam Klaim Kondisi Normal Kepala BNPB di Tengah Krisis Kabut Asap
Namun, Satgas Darat tetap menjadi tumpuan utama dalam proses pemadaman. Karena itu, seluruh jajaran diminta mempertahankan kesiapsiagaan dan terus menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi di lapangan.
Suharyanto juga meminta pelaksanaan OMC terus dioptimalkan, terutama di wilayah yang memiliki potensi hujan. Penempatan armada udara juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah agar dukungan pemadaman dapat dilakukan secara efektif.
Evaluasi terhadap kondisi dan kebutuhan Satgas di lapangan, lanjutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap sumber daya yang dikerahkan benar-benar mampu mendukung percepatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.0 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Kalimantan Tengah
Badko HMI Kalteng Kecam Klaim Kondisi Normal Kepala BNPB di Tengah Krisis Kabut Asap
Kalimantan Tengah
280 Hari Karhutla di Kalteng, 5.761 Kejadian Tercatat hingga Awal Oktober
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya