HMI Palangka Raya Nyatakan Keberatan atas Sanksi Berat Mahasiswa dalam Kegiatan Orientasi FEBI UIN Palangka Raya
ADMIN VOX MERDEKA
22 September 2025, 16:02 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 03:38 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya menyampaikan keberatan atas keputusan Rektor dan Dewan Etik UIN Palangka Raya yang menjatuhkan sanksi berat terhadap sejumlah mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan orientasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Sanksi berat yang dijatuhkan berupa skorsing selama satu semester serta pencabutan beasiswa KIP Kuliah yang selama ini menjadi penopang keberlanjutan pendidikan mahasiswa bersangkutan.
Dalam keterangan resminya, Bendahara Umum HMI Cabang Palangka Raya, Rahmadi, menilai keputusan tersebut sangat memberatkan mahasiswa dan tidak sejalan dengan semangat pembinaan di lingkungan akademik. “Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan orientasi sebenarnya sudah dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Baik panitia pelaksana maupun peserta kegiatan sudah saling memaafkan. Maka, seharusnya tidak perlu ada sanksi berat yang justru berpotensi menghambat masa depan mahasiswa,” tegas Rahmadi.
Ia menambahkan, kampus semestinya menjadi ruang edukasi yang mendidik, bukan semata-mata menghukum. Menurutnya, setiap kesalahan mahasiswa dapat dibicarakan dengan baik melalui mekanisme dialog, pembinaan, dan penyelesaian internal tanpa harus mengorbankan hak mahasiswa, terutama yang terkait dengan beasiswa. “Kami sangat menyayangkan jika keputusan skorsing satu semester dan pencabutan beasiswa KIP Kuliah ini tetap dijalankan.
Karena hal itu bukan hanya memberikan tekanan psikologis, tapi juga mengancam kelanjutan studi mahasiswa yang bersangkutan. Padahal, tujuan kegiatan orientasi adalah membangun kebersamaan dan pengenalan kampus, bukan untuk melahirkan perpecahan,” ujarnya.
Baca Juga
HMI Palangka Raya Soroti Kelangkaan BBM di Kalteng: Harga Eceran Melonjak, Rakyat Tercekik
Atas dasar itu, HMI Cabang Palangka Raya meminta agar pihak Rektor dan Dewan Etik UIN Palangka Raya mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.
HMI menegaskan pentingnya mencari solusi yang adil, bijak, dan tidak merugikan masa depan mahasiswa. (R1)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.7 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
HMI Palangka Raya Soroti Kelangkaan BBM di Kalteng: Harga Eceran Melonjak, Rakyat Tercekik
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
Kabut Asap Tekan Jarak Pandang Bandara Tjilik Riwut hingga 200 Meter, Penerbangan Tetap Normal
Palangka Raya