HMI Palangka Raya Soroti Kelangkaan BBM di Kalteng: Harga Eceran Melonjak, Rakyat Tercekik
ADMIN VOX MERDEKA
06 Mei 2026, 22:47 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 11:07 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam sepekan terakhir memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya menilai pemerintah dan Pertamina lamban dalam merespons krisis yang mulai "mencekik" ekonomi masyarakat kecil. Sekretaris HMI Cabang Palangka Raya, Sadriansyah, mengungkapkan bahwa antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah menjadi pemandangan harian yang menyesakkan di Palangka Raya dan daerah penyangganya.
Kosongnya stok di SPBU resmi memaksa masyarakat beralih ke pengecer dengan harga yang tidak masuk akal. "Di tingkat pengecer, harga Pertalite sudah menembus angka Rp16.000 hingga Rp20.000 per liter.
Sementara itu, Solar subsidi bahkan mencapai Rp14.000. Ini jelas mencekik rakyat kecil, terutama mahasiswa, driver ojek online, dan pelaku UMKM yang nafas usahanya sangat bergantung pada BBM," tegas Sadriansyah dalam keterangannya. Menurut Sadriansyah, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dampak sistemiknya akan sangat luas, mulai dari terganggunya mobilitas masyarakat hingga potensi lonjakan inflasi harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah Kalteng.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Mahasiswa pun turut menjadi kelompok yang paling terdampak akibat membengkaknya biaya operasional harian. Menyikapi krisis ini, HMI Cabang Palangka Raya secara resmi melayangkan tiga tuntutan mendesak kepada pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan:
- Transparansi Distribusi: Mendesak pembukaan data penyaluran BBM ke seluruh SPBU di Kalteng agar publik mengetahui secara pasti apakah kendala terletak pada stok atau adanya penyimpangan distribusi.
- Tindak Tegas Penimbun: Meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi lapangan guna menyisir dugaan penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab dan menindak tegas penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
- Tambahan Pasokan Darurat: Mendesak Pertamina segera menambah kuota fakultatif untuk wilayah Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya sebagai urat nadi ekonomi provinsi.
Baca Juga
Nur Ghina Muslimah Soroti Polemik Mindfulness Maudy Ayunda: Kesehatan Mental Harus Berjalan Bersama Kepedulian Sosial
Ia menekankan agar negara tidak menunjukkan sikap abai terhadap buruknya manajemen distribusi yang merugikan rakyat. "Negara tidak boleh abai.
Jangan sampai rakyat kecil menjadi korban dari carut-marutnya manajemen distribusi. Kami dari HMI Cabang Palangka Raya berkomitmen akan terus mengawal isu ini hingga kondisi kembali normal," pungkasnya. (Red)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.7 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Nasional
Nur Ghina Muslimah Soroti Polemik Mindfulness Maudy Ayunda: Kesehatan Mental Harus Berjalan Bersama Kepedulian Sosial
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
Kabut Asap Tekan Jarak Pandang Bandara Tjilik Riwut hingga 200 Meter, Penerbangan Tetap Normal
Palangka Raya