Ikhtiar Anak Muda: Brigade Pangan Rembuk Pemuda Panen Raya Padi di Dadahup
ADMIN VOX MERDEKA
27 Oktober 2025, 22:12 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 09:44 WIB
DADAHUP, KUALA KAPUAS - Semangat kolaborasi dan ikhtiar anak muda dalam sektor pertanian ditunjukkan melalui kegiatan panen raya yang digelar oleh Brigade Pangan Rembuk Pemuda Tani di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Minggu (26/10/2025).
Peninjauan langsung panen raya ini dipimpin oleh Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, didampingi oleh Koordinator Wilayah Rembuk Pemuda Kalteng, M.
Rizky Oktaviandi, Sekretaris Brigade Pangan, Muhammad Sukron Ansori Siregar, dan sejumlah anggota Rembuk Pemuda Kalteng. Koordinator Brigade Pangan Rembuk Pemuda Tani, Mundir, menjelaskan bahwa Brigade Pangan Rembuk Pemuda saat ini mengelola lahan sawah cetak baru tahun 2024 seluas 20 hektare pada periode tanam kedua, meningkat signifikan dari 2 hektare pada periode tanam pertama. "20 hektare ini merupakan 10 persen dari total luasan yang dikelola Brigade Pangan Rembuk Pemuda.
Kami berterima kasih kepada penyuluh, Balai Wilayah Sungai, dan seluruh stakeholders yang membantu hingga lahan yang kami kelola bisa survive sekitar 50 persen dari total luasan, atau sekitar 10 hektare dengan umur tanaman 120 hari," jelas Mundir. Mundir turut menyampaikan ajakan terbuka bagi generasi muda, mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan untuk ikut turun tangan mengelola lahan pertanian.
Ia menyoroti potensi besar di Dadahup, di mana masih tersedia sekitar 8.000 hektare lahan kosong yang siap untuk digarap. "Bagi pemuda yang ingin menanam, masih ada lahan yang siap.
Mari bersama kita berkolaborasi untuk mewujudkan swasembada pangan," ajaknya. Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemuda dan mahasiswa yang berkomitmen mengelola lahan.
Ia mengakui bahwa upaya ini adalah sebuah ikhtiar besar yang penuh tantangan dan dinamika. "Kami sampaikan apresiasi yang luar biasa kepada anak muda dan mahasiswa yang berani turun langsung mengelola pertanian di Dadahup, Kapuas.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Ini sangat luar biasa," kata Aidil. "Kita bukan saja berbicara soal hasil, tetapi berbicara soal proses, ada ikhtiar di sana bagi pemuda yang ingin mewujudkan bangsa dan negaranya menuju swasembada pangan nasional, dan kita harus apresiasi itu," tambah Aidil. Aidil menekankan bahwa anak muda yang terlibat akan mendapatkan pengalaman berharga sebagai bekal di masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini dicapai berkat kerja sama banyak pihak. "Keberhasilan swasembada pangan tidak bisa diwujudkan oleh hanya satu orang, tetapi ada banyak orang yang membantu dan berperan hingga sampai pada titik keberhasilan.
Dan hari ini kita bersyukur Brigade Pangan selalu dibantu dan disupport," jelas Aidil. Lebih lanjut Aidil menjelaskan, pemerintah dibawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkomitmen untuk mewujudkan Swasembada pangan nasional.
Aidil menyebut, tiga capaian pemerintah di bidang pangan diantaranya, pertama, hasil produksi beras nasional mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Dimana tahun lalu 2024 total produkai beras nasional mencapai 30 juta ton. "Per bulan Oktober ini disetimasikan mencapai 33 juta ton dan di akhir tahun 2025 ini diproyeksikan mencapai 34 juta ton.
Artinya ada pertambahan sekitar 4 juta ton dibanding tahun lalu atau naik sekitar 12 persen," jelas Aidil. Ini juga menjadi komitmen dari Presiden Prabowo Subianto dan dikawal langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Kemudian yang kedua lanjut Aidil, komitmen pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani. Dimana Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) saat ini adalah Rp 6.500 per kilogram, berlaku efektif sejak 15 Januari 2025. "Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi petani dengan memberikan harga minimal yang terjamin untuk hasil panen mereka, meskipun harga di tingkat petani sering kali berada di atas HPP," beber Aidil.
Baca Juga
Badko HMI Se-Kalimantan Desak Kemenhut Percepat Penanganan Karhutla dan Usut Korporasi
Yang ketiga kata Aidil, ini yang terbaru dan baru diumumkan beberapa hari lalu. Terkait komitmen pemerintah dan ini untuk pertama kalinya dalam sejarah program pupuk bersubsidi, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen, berlaku mulai 22 Oktober 2025.
Aidil menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal harga pupuk, tetapi tentang keberpihakan negara kepada petani. “Presiden Prabowo memberi arahan yang sangat tegas, negara harus hadir di sawah, di kebun, di ladang.
Petani tidak boleh menjerit karena harga pupuk. Ini bukti nyata keberpihakan Presiden dan pemerintah kepada petani,” tegas Aidil mengutip pernyataan Mentan Amran Sulaiman.
Ia juga mengeaskan setiap orang berhak berpendapat, setiap orang berhak mengkritik. Namun apa-apa yang kongkrit terkait kebijakan dari pemerintah harus diapresiasi.
Aidil mengucapkan terima kasih, ia menyebut keberhasilan anak muda dalam hal ini brigade pangan rembuk pemuda bukan karna dikerjakan oleh satu orang atau satu pihak.
Namun, ada banyak tangan yang berperan. "Keberhasilan swasembada pangan tidak bisa diwujudkan oleh hanya satu orang tetapi ada banyak orang yang membantu dan berperan hingga sampai pada titik keberhasilan dan hari ini kita bersyukur brigade pangan selalu dibantu dan disupport dan kita ucapkan terima kasih," pungkas Aidil.
Dalam kegiatan panen raya tersebut hadir langsung Tenaga Ahli Kementrian Pertanian, Anggota DPD RI Dapil Kalteng, Siti Aseanti (Bidan Sean) dan Habib Said.
Kepala Bulog Kabupaten Kapuas, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas serta berbagai stakeholders lainnya. (R1)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.3 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Nasional
Badko HMI Se-Kalimantan Desak Kemenhut Percepat Penanganan Karhutla dan Usut Korporasi
Nasional
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan, Total 31 Mitra
Nasional
Prabowo Resmikan 6 Kodam dan 198 Satuan Baru TNI
Nasional