Vox Merdeka
Terbaru
Kalimantan Tengah

Kabut Asap Kembali Selimuti Kalimantan, XR Soroti Hak Anak untuk Hirup Udara Bersih

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

23 Agustus 2026, 18:06 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 08:27 WIB

56 dibaca 4.3
Kabut Asap Kembali Selimuti Kalimantan, XR Soroti Hak Anak untuk Hirup Udara Bersih

VOXMERDEKA, PALANGKA RAYA — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian serius kelompok masyarakat sipil Extinction Rebellion (XR) Meratus, XR Palangkaraya dan XR Banjarmasin.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan Koordinator Lapangan Aksi Bersama, Wira Surya Wibawa, XR menyoroti dampak kabut asap terhadap kehidupan masyarakat, terutama anak-anak yang seharusnya memiliki hak untuk tumbuh dan beraktivitas dengan menghirup udara bersih.

XR menggambarkan kondisi tersebut melalui pesan “Belum Merdeka dari Krisis Iklim & Kabut Asap” yang dibentangkan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut XR, persoalan kabut asap tidak berhenti pada perubahan warna langit atau berkurangnya jarak pandang. Di balik kondisi tersebut terdapat ancaman terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. “Ini adalah persoalan hak hidup, hak atas kesehatan, hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta keselamatan masyarakat,” demikian pernyataan XR.

Kelompok tersebut menilai anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak ketika kualitas udara memburuk. Aktivitas mereka di luar ruangan harus dikurangi ketika udara tercemar, sementara sekolah juga dapat menghadapi kebutuhan untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi lingkungan.

XR mempertanyakan makna kemerdekaan ketika anak-anak tidak dapat menikmati udara yang sehat di ruang hidup mereka sendiri. “Selama masyarakat masih menghirup asap, selama anak-anak harus belajar di tengah udara berbahaya, selama hutan terus terbakar, selama sungai dan gambut terus terdegradasi, selama ruang hidup masyarakat terus terancam, maka perjuangan belum selesai,” tulis XR dalam pernyataannya.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Kekhawatiran tersebut juga dikaitkan dengan kondisi kualitas udara di Kalimantan Selatan. XR menyebut data BMKG pada 19 Agustus 2026 pukul 07.00 WITA menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya.

XR juga menyebut kondisi asap sempat berdampak terhadap jarak pandang di Bandara Internasional Syamsudin Noor yang dilaporkan turun hingga sekitar 30–50 meter.

Selain kualitas udara, dampak kesehatan juga menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dikutip XR dari Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, tercatat 7.975 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga Juli 2026, dengan wilayah terdampak terbanyak berada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

Bagi XR, angka tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai statistik. “Di balik setiap angka ada manusia. Ada anak-anak yang harus bernapas melalui udara yang tercemar,” demikian pernyataan tersebut.

XR menilai persoalan kabut asap juga memberikan tekanan terhadap orang tua yang harus mengkhawatirkan kesehatan anak ketika mereka beraktivitas di luar rumah.

Karena itu, XR mendesak pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat ketika kualitas udara berada pada tingkat berbahaya. Perlindungan tersebut antara lain berupa penyediaan informasi kesehatan yang mudah diakses, fasilitas kesehatan, masker yang sesuai dan ruang aman dengan udara bersih bagi kelompok rentan.

XR juga menekankan bahwa penanganan kabut asap tidak cukup dilakukan ketika kebakaran telah meluas. Pemerintah dinilai perlu memperkuat pencegahan karhutla dan pemulihan hutan serta gambut agar persoalan serupa tidak terus berulang. “Udara bersih adalah hak semua orang,” tegas XR.

Baca Juga

280 Hari Karhutla di Kalteng, 5.761 Kejadian Tercatat hingga Awal Oktober

Bagi kelompok tersebut, perlindungan terhadap anak-anak menjadi bagian penting dari perjuangan menghadapi krisis iklim. Anak-anak yang hari ini harus mengurangi aktivitas karena kabut asap merupakan generasi yang nantinya akan mewarisi dampak dari kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini.

XR pun menyerukan solidaritas masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan, gambut dan ruang hidup Kalimantan. “Kalimantan adalah rumah. Kalimantan adalah hutan.

Kalimantan adalah sungai. Kalimantan adalah masyarakat adat dan komunitas lokal. Kalimantan adalah kehidupan,” demikian seruan XR. Mereka menegaskan, Kalimantan tidak boleh menjadi korban pembangunan dan keuntungan jangka pendek.

Menurut XR, memastikan anak-anak dapat tumbuh dengan udara yang bersih merupakan bagian dari mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya. (RR)

Tag: #Kalteng #Kalsel #Karhutla #XR Kalimantan
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

4.3 / 5 dari 3 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait