Vox Merdeka
Terbaru
Palangka Raya

Pj Sekda Buka Seminar Akhir Kajian Aspek Sosial Pembangunan Water Front City Flamboyan Bawah

yongkhi Redaksi1

yongkhi Redaksi1

03 Oktober 2025, 13:14 WIB · Diperbarui 01 Oktober 2026 14:06 WIB

88 dibaca 4.0
Pj Sekda Buka Seminar Akhir Kajian Aspek Sosial Pembangunan Water Front City Flamboyan Bawah

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak secara resmi membuka Seminar Akhir Kajian Aspek Sosial Pembangunan Water Front City (WFC) kawasan Flamboyan Bawah.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Rahan Pumpung Hapakat, Kantor Bapperida Kota Palangka Raya, Jumat (3/10/2025). Seminar ini merupakan rangkaian akhir dari kajian yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Palangka Raya.

Membacakan sambutan Wali Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menegaskan bahwa pembangunan Water Front City bukan hanya berfokus pada fisik infrastruktur atau keindahan tata ruang.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Melainkan sebagai upaya kolektif membangun kota yang berwawasan sosial, budaya, serta lingkungan yang mampu mencerminkan identitas lokal masyarakat Dayak dan kemajemukan Kota Palangka Raya. “Dipilihnya kawasan Flamboyan Bawah karena memiliki nilai historis dan potensi besar untuk menjadi ikon kota berbasis sungai.

Namun di sisi lain, wilayah ini juga menghadapi tantangan sosial yang cukup kompleks,” Ucap Arbert. Tantangan tersebut lanjut Arbert, antara lain menyangkut aspek permukiman, mata pencaharian masyarakat, hingga potensi relokasi dan perubahan struktur sosial yang harus dikelola dengan bijak. “Oleh karena itu, kajian aspek sosial yang hari ini kita seminarkan menjadi dasar penting dalam merumuskan perencanaan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga

Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare

Melalui seminar ini, Arbert berharap pembangunan Water Front City juga mampu memperkuat identitas budaya, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Flamboyan Bawah.

Adapun kegiatan seminar ini diikuti oleh perwakilan dari 27 instansi yang terdiri dari perangkat daerah, camat, lurah, tokoh adat, serta tim akademisi dari Universitas PGRI yang menjadi mitra pelaksana kajian. (R2)

Tag: #Pemko Palangka Raya #WFC #Flamboyan bawah
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

4.0 / 5 dari 3 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait