Pertamina Klaim Stok BBM Kalteng Aman, Antrean Panjang Masih Terjadi di Lapangan
ADMIN VOX MERDEKA
14 September 2026, 21:57 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 17:17 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA
— Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kondisi aman. Namun, klaim tersebut masih berhadapan dengan fakta di lapangan, di mana antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU masih terjadi dan memicu keresahan masyarakat.
Persoalan ketersediaan BBM tersebut bahkan berujung pada aksi demonstrasi di depan Kantor Pertamina Patra Niaga, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Senin (14/9/2026).
Aksi yang digelar
Aliansi Masyarakat Kalteng Resah
itu sempat memanas. Massa terlibat aksi saling dorong saat meminta penjelasan Pertamina terkait kondisi BBM yang menurut mereka telah dikeluhkan masyarakat selama hampir satu bulan.
Tak hanya menyampaikan aspirasi, massa juga memilih bertahan hingga malam untuk menunggu jawaban dan kepastian dari pihak Pertamina.
Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kalteng Resah,
Aris
, mengatakan antrean panjang BBM telah menjadi persoalan serius yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Antrean sangat panjang. Kita ini sudah kabut asap dan ditambah listrik kembali padam bergiliran. Seperti di Lamandau, masyarakat kasihan,” ujar Aris.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir satu bulan sehingga tidak lagi dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Masyarakat, kata dia, membutuhkan langkah konkret agar antrean dan kesulitan memperoleh BBM segera berakhir.
“Pokoknya kondisi ini segera disikapi dan diatasi. Ingat masyarakat kasihan. Antrean panjang. Jangan sampai dibiarkan,” tegasnya.
Pertamina Klaim Stok Aman
Di tengah protes masyarakat, Pertamina menyampaikan bahwa tidak terdapat persoalan terkait stok BBM di Kalteng. Sales Area Manager (SAM) Retail PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Tengah,PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Donny Prasetya
, memastikan pasokan BBM tetap berjalan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas antrean yang terjadi.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat Kalimantan Tengah atas terjadinya antrean panjang sehingga membuat ketidaknyamanan masyarakat dalam mendapatkan bahan bakar minyak, terutama jenis Pertalite,” katanya.
Pertamina menjelaskan, antrean panjang bukan disebabkan kekosongan stok, melainkan meningkatnya permintaan terhadap Pertalite.
Salah satu faktor yang disebut memengaruhi lonjakan permintaan adalah perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite setelah terjadi disparitas harga yang mencapai
Rp6.300
.
“Ada tujuh persen masyarakat berpindah dan itu tinggi,” jelas Donny.
Mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Pertamina mengaku telah menambah stok Pertalite sekitar
10 persen dari kondisi normal
.
Sejumlah SPBU juga disebut memperpanjang waktu pelayanan. Beberapa SPBU bahkan beroperasi selama 24 jam, sementara sebagian lainnya mulai membuka pelayanan sejak pukul 05.00 WIB.
Klaim Stok Aman dan Realitas Antrean
Meski Pertamina menyatakan stok BBM dalam kondisi aman, antrean panjang yang masih terlihat di lapangan menjadi persoalan yang terus dipertanyakan masyarakat. Kondisi tersebut membuat massa aksi mendesak Pertamina membuka data pasokan BBM bersubsidi secara transparan, terutama mengenai jumlah BBM yang disalurkan setiap hari ke SPBU di seluruh Kalteng. Massa juga meminta Pertamina mengevaluasi kebijakan penyesuaian harga BBM, memberikan penjelasan mengenai dasar perubahan harga, serta menjamin kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Kalteng. Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Pertamina meminta waktu untuk menyiapkan data pasokan BBM bersubsidi harian untuk seluruh Kalimantan Tengah. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai volume BBM bersubsidi yang masuk dan disalurkan setiap hari ke masing-masing wilayah dan SPBU. Donny kembali menegaskan bahwa stok BBM di Kalteng dipastikan aman hingga satu pekan ke depan. Pasokan juga akan terus didatangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan. “Ketika stok mau habis, BBM datang. Stok aman-aman saja untuk Kalteng. Pokoknya kuota aman,” tegasnya. Untuk wilayah Palangka Raya, Pertamina menyebut kuota BBM sepanjang 2026 mencapai lebih dariBaca Juga
Empat Tuntutan Aliansi Masyarakat Resah ke Pertamina soal Krisis BBM Kalteng
99 ribu kiloliter (KL)
.
Namun, pernyataan tersebut masih menyisakan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, bagi warga, persoalan bukan hanya mengenai ada atau tidaknya stok di tingkat pasokan, tetapi apakah BBM tersebut benar-benar tersedia di SPBU dan dapat diperoleh masyarakat tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.
Kontras antara
klaim stok aman dari Pertamina
dan
antrean panjang yang masih terjadi di lapangan
inilah yang menjadi sorotan utama dalam aksi masyarakat.
Massa pun meminta klaim tersebut dibuktikan melalui keterbukaan data distribusi, sehingga publik dapat mengetahui secara jelas volume pasokan BBM bersubsidi yang masuk, kuota masing-masing SPBU, serta realisasi penyalurannya.
Sementara massa masih bertahan hingga malam untuk menunggu kepastian, Pertamina kini dihadapkan pada tuntutan untuk menjelaskan kondisi pasokan dan distribusi BBM Kalteng secara terbuka kepada masyarakat. (RR)
Tag:
#Kalteng
#Pertamina
#Stok BBM
#Krisis
#Antrean
Tanya VOX AI
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
5.0 / 5 dari 4 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
Empat Tuntutan Aliansi Masyarakat Resah ke Pertamina soal Krisis BBM Kalteng
14 Sep 2026
|
119
|
4.8
Kalimantan Tengah
Massa Marah, Demo Krisis BBM di Kantor Pertamina Palangka Raya Berujung Ricuh
14 Sep 2026
|
170
|
3.5
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
07 Okt 2026
|
84
|
5.0
Palangka Raya
Virdian Aurellio Bersama Pemuda Kalteng Desak Pemerintah Hadir 30 Hari Tangani Karhutla
05 Okt 2026
|
84
|
5.0