Massa Marah, Demo Krisis BBM di Kantor Pertamina Palangka Raya Berujung Ricuh
ADMIN VOX MERDEKA
14 September 2026, 21:44 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 17:24 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA — Aksi unjuk rasa memprotes krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kota Palangka Raya berujung ricuh.
Belasan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Resah mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng) di Jalan RTA Milono, Senin (14/9/2026).
Massa menggelar aksi sebagai bentuk protes atas kondisi distribusi BBM yang dinilai menimbulkan keresahan masyarakat. Antrean panjang bahkan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya.
Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka mempertanyakan kondisi pasokan BBM sekaligus meminta pihak Pertamina memberikan penjelasan mengenai ketersediaan dan distribusi BBM di Kalimantan Tengah.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Situasi mulai memanas ketika massa harus menunggu kejelasan dari pihak Pertamina terkait transparansi data pasokan BBM di wilayah Kalteng. Ketegangan kemudian meningkat hingga terjadi aksi saling dorong antara massa pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang berjaga mengamankan kantor Pertamina.
Massa yang tidak kunjung mendapatkan kejelasan kemudian memanjat pagar dan berupaya masuk ke halaman kantor Pertamina. Upaya tersebut sempat dihadang oleh aparat kepolisian.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Aris, mengatakan aksi tersebut dilakukan karena persoalan BBM telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan BBM, harga yang terjangkau, serta distribusi yang merata dan transparan. “Aliansi Masyarakat Resah menyampaikan empat poin tuntutan kepada PT Pertamina Patra Niaga Sales Retail Area Kalteng sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat serta upaya memperjuangkan harga BBM yang terjangkau, ketersediaan yang merata, dan distribusi yang transparan di Kalteng,” kata Aris.
Baca Juga
Empat Tuntutan Aliansi Masyarakat Resah ke Pertamina soal Krisis BBM Kalteng
Aksi tersebut menjadi bentuk desakan massa agar Pertamina segera memberikan penjelasan terkait kondisi BBM yang terjadi di Kalimantan Tengah.
Massa menilai persoalan antrean dan sulitnya memperoleh BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Hingga aksi berlangsung, massa terus menyuarakan tuntutan agar persoalan harga, ketersediaan, serta distribusi BBM di Kalteng mendapat penanganan dan kejelasan dari pihak terkait. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.5 / 5 dari 4 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
Empat Tuntutan Aliansi Masyarakat Resah ke Pertamina soal Krisis BBM Kalteng
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
Pertamina Klaim Stok BBM Kalteng Aman, Antrean Panjang Masih Terjadi di Lapangan
Kalimantan Tengah