Vox Merdeka
Terbaru
Ekonomi & Bisnis

Asap Mengepung, Ekonomi Kalteng Tertekan: Karhutla Picu Dampak Multidimensi

ADMIN VOX MERDEKA

ADMIN VOX MERDEKA

09 Oktober 2026, 12:33 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 12:47 WIB

54 dibaca 5.0
Asap Mengepung, Ekonomi Kalteng Tertekan: Karhutla Picu Dampak Multidimensi
FOTO ILUSTRASI VOXMERDEKA

VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Kabut asap yang ditimbulkan berpotensi mengurangi produktivitas pekerja, menghambat mobilitas, hingga melemahkan omzet pelaku usaha, sehingga dampaknya dapat merambat ke perekonomian daerah secara lebih luas.

Pengamat Ekonomi Kalimantan Tengah, Fitria Husnatarina, menilai karhutla sebagai bencana multidimensi dengan efek berantai atau multiplier effect. Gangguan yang terjadi secara bersamaan di sejumlah sektor membuat aktivitas produksi, perdagangan, dan konsumsi masyarakat ikut terpengaruh.

“Dampak ekonomi karhutla ini memiliki variabel yang sangat banyak (multiplier effect). Kita melihat penurunan kapasitas dan intensitas kerja para pekerja, hingga pelaku usaha yang tidak optimal dalam menjual produk maupun layanannya. Aktivitas dan produktivitas di sektor riil turun tajam, sehingga pasar secara keseluruhan ikut terpengaruh,” ujar Fitria dikutip dari Tabengan, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, tekanan ekonomi juga terlihat dari perubahan prioritas belanja rumah tangga. Ketika kabut asap mengganggu kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan, masyarakat perlu mengalokasikan lebih banyak dana untuk membeli obat-obatan, vitamin, hingga tabung oksigen.

PASANG IKLAN DI VOX MERDEKA

Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia

HUBUNGI KAMI

Pengeluaran tambahan tersebut membuat anggaran yang sebelumnya dapat digunakan untuk kebutuhan produktif atau konsumsi lainnya harus dialihkan untuk perlindungan kesehatan.

“Prioritas masyarakat berubah dari kondisi normal. Pengeluaran yang tadinya bisa digunakan untuk sektor produktif atau konsumsi lainnya, kini terpaksa dialihkan untuk proteksi kesehatan,” jelasnya.

Selain memengaruhi daya beli, kabut asap juga membatasi pergerakan masyarakat dan distribusi barang. Gangguan penerbangan akibat jarak pandang yang rendah, serta kendala transportasi antardaerah, dapat memperlambat aktivitas perdagangan dan jasa. Sektor pariwisata maupun usaha lain yang bergantung pada mobilitas orang turut berisiko mengalami penurunan kegiatan.

Dampak berikutnya dirasakan pelaku usaha yang mengandalkan penyelenggaraan acara dan pertemuan. Pembatalan atau pengurangan agenda pemerintah, kegiatan UMKM, rapat koordinasi, hingga rapat kerja berpotensi menghilangkan permintaan terhadap berbagai layanan pendukung, seperti katering, pembuatan kue, transportasi, dan konsumsi.

Fitria menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena kegiatan yang melibatkan banyak orang selama ini turut menggerakkan usaha masyarakat.

Baca Juga

Bulog Kalteng Targetkan Salurkan 8.469 Ton Beras SPHP di 2026, Harga Tetap Terjangkau!

“Banyak event yang tidak bisa terlaksana. Padahal event tersebut merupakan pengungkit ekonomi bagi pelaku UMKM, usaha katering, pembuat kue, dan jasa pendukung lainnya,” tambahnya.

Ia menegaskan, besarnya dampak karhutla tidak cukup dinilai dari aktivitas transaksi pasar dalam jangka pendek. Tekanan yang berlangsung secara berkelanjutan dapat terakumulasi melalui penurunan produktivitas tenaga kerja, tertahannya kegiatan usaha, perubahan pola konsumsi, gangguan pendidikan, hingga meningkatnya beban pelayanan kesehatan.

Jika berbagai dampak tersebut berlangsung bersamaan, tekanan ekonomi berpotensi meluas dan memengaruhi kinerja perekonomian Kalimantan Tengah secara keseluruhan.

“Karhutla ini adalah bencana ekonomi. Dampak akumulatifnya merembet ke seluruh sektor, yang pada akhirnya akan menurunkan indikator ekonomi Kalteng secara keseluruhan,” pungkas Fitria. (RR)

Tag: #Kalteng #Efek karhutla #Ekonomi Tertekan
Tanya VOX AI

Punya pertanyaan tentang berita ini?

Contoh pertanyaan:

Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?

5.0 / 5 dari 6 rating

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait