SPPG Diminta Penuhi Standar Kebersihan dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan MBG
yongkhi Redaksi1
14 Oktober 2025, 12:02 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 04:47 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya untuk mengutamakan aspek kebersihan, higienitas, dan keamanan pangan dalam setiap tahapan pengolahan makanan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan bahwa makanan yang disajikan bagi siswa harus berasal dari bahan segar, sehat, dan diolah dengan cara yang higienis.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa asupan gizi yang diterima anak sekolah aman dan bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. “Mulai dari proses pencucian bahan baku, pemilihan sayur dan daging, hingga pengolahan dan penyajian, semua harus memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Tempat pengolahan juga harus bersih, tertutup dari debu, dan memiliki sanitasi yang baik,” ujarnya, Selasa (14/10/2025). Riduan menegaskan, Dinas Kesehatan tidak melarang penggunaan bahan tambahan makanan selama aman, terdaftar di BPOM, dan digunakan dalam batas wajar, namun pihaknya mengimbau agar SPPG menghindari penggunaan bumbu siap saji atau bahan olahan berlebihan. “Lebih baik menggunakan bahan alami seperti bawang, jahe, kunyit, dan rempah-rempah segar yang lebih sehat dan bernilai gizi.
Prinsipnya, kita ingin anak-anak mendapatkan makanan bergizi, bukan sekadar makanan cepat saji,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar pengawasan sanitasi dapur dilakukan secara rutin oleh tim kesehatan, termasuk pemeriksaan sumber air, kebersihan alat masak, serta penyimpanan bahan makanan agar terhindar dari kontaminasi. “Setiap dapur SPPG harus memenuhi kriteria layak dan bersih.
Baca Juga
BGN Aktifkan Kembali 480 Dapur MBG, Prioritaskan Wilayah 3T dan Stunting Tinggi
Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring agar kualitas makanan yang disajikan selalu terjaga,” jelasnya. Lebih lanjut, Riduan menyebutkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah anak yang menerima manfaat, tetapi dari kualitas gizi dan keamanan makanan yang disajikan setiap hari. “Anak-anak adalah generasi masa depan.
Karena itu, kita tidak boleh kompromi dengan kualitas makanan mereka. Semua pihak harus bersama menjaga agar makanan yang dikonsumsi benar-benar aman, bergizi, dan higienis,” pungkasnya. (R2)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.7 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Nasional
BGN Aktifkan Kembali 480 Dapur MBG, Prioritaskan Wilayah 3T dan Stunting Tinggi
Palangka Raya
Lebih dari Sekadar Berbagi: Relawan Dapur MBG Temukan Peluang dan Harapan Baru
Palangka Raya
Dampak Positif Program MBG bagi Masyarakat: Dari Gizi Hingga Pemberdayaan Ekonomi
Nasional