Dampak Positif Program MBG bagi Masyarakat: Dari Gizi Hingga Pemberdayaan Ekonomi
ADMIN VOX MERDEKA
29 April 2026, 16:04 WIB · Diperbarui 08 Oktober 2026 06:43 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Program ini tidak hanya sekadar pemenuhan nutrisi siswa, tetapi juga menjelma menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Salah satu titik pelaksanaan yang menjadi sorotan adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pahandut Panarung 06.
Sejak beroperasional, SPPG ini dinilai memberikan kontribusi besar bagi ekosistem sosial dan ekonomi di sekitarnya. Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Julius Lontoh, selaku mitra MBG di Palangka Raya, mengungkapkan bahwa kehadiran SPPG Pahandut Panarung 06 telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat.
Operasional harian program ini membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, yang seluruhnya diserap dari masyarakat sekitar. "Kami sangat mengapresiasi program ini karena dampak positifnya langsung dirasakan oleh warga.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Dengan beroperasionalnya SPPG Pahandut Panarung 06, masyarakat sekitar kini bisa mendapatkan pekerjaan dan terlibat aktif dalam rantai produksi makanan," ujar Julius Lontoh saat diwawancarai. Peningkatan Kualitas SDM dan Ekonomi UMKM Tujuan utama MBG adalah memperkuat gizi anak sekolah guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Namun, Julius menambahkan bahwa efek domino dari program ini jauh lebih luas, terutama bagi para pelaku ekonomi kecil. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM dan pasar lokal menjadi kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.
Bahan baku makanan yang digunakan bersumber dari pasar-pasar lokal, sehingga perputaran uang tetap berada di lingkup daerah tersebut.
- Bagi Siswa: Menjamin asupan makanan sehat dan bergizi setiap hari sekolah.
- Bagi UMKM: Memberikan kepastian pasar dan permintaan bahan baku secara konsisten.
- Bagi Pasar Lokal: Mendorong aktivitas perdagangan yang lebih dinamis.
Baca Juga
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Menurutnya, dampak ekonomi yang signifikan ini adalah bukti bahwa program tersebut merupakan solusi efektif bagi kesejahteraan masyarakat luas. "Harapan kami dan juga masyarakat, program ini bisa dilanjutkan terus.
Dampak yang dirasakan sangat besar, baik untuk kesehatan anak-anak kita maupun untuk stabilitas ekonomi para pelaku UMKM," pungkas Julius. (Red)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.3 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
Empat Tuntutan Aliansi Masyarakat Resah ke Pertamina soal Krisis BBM Kalteng
Nasional
BGN Aktifkan Kembali 480 Dapur MBG, Prioritaskan Wilayah 3T dan Stunting Tinggi
Kalimantan Tengah