FGD di Tiga Kelurahan Jadi Langkah Strategis Wujudkan Adaptasi Perubahan Iklim di Palangka Raya
yongkhi Redaksi1
30 September 2025, 11:19 WIB · Diperbarui 02 Oktober 2026 06:23 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Yayasan Borneo Nature Foundation (BNF), terus memperkuat upaya adaptasi perubahan iklim melalui pelibatan aktif masyarakat di tingkat kelurahan.
Beberapa hari lalu, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Program Adaptasi Perubahan Iklim digelar di Kelurahan Habaring Hurung, Bukit Tunggal, dan Marang.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi masyarakat, pemerintah kelurahan, tokoh adat, tokoh agama, ketua RT/RW, serta kelompok masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan kebutuhan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Berlianto dalam keterangannya mengatakan bahwa pelibatan masyarakat sejak awal perencanaan sangat penting agar program adaptasi benar-benar sesuai dengan kondisi lokal. “FGD ini bukan hanya formalitas, tapi menjadi ruang untuk menggali potensi dan menyatukan pandangan masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Kelurahan adalah garda terdepan yang mengetahui situasi riil di lapangan,” ujarnya, Selasa (30/9/2025). Berlianto menjelaskan, dari forum diskusi tersebut muncul sejumlah ide program, seperti peningkatan tutupan vegetasi di lingkungan pemukiman, pengelolaan air bersih yang lebih baik, pengembangan pertanian berkelanjutan, serta penguatan edukasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
Selain itu, kegiatan FGD ini juga menjadi langkah awal untuk menyelaraskan upaya lokal dengan target nasional Folu Net Sink 2030, yakni tercapainya keseimbangan antara emisi dan serapan karbon di sektor kehutanan dan lahan. “Dengan melibatkan masyarakat kelurahan, strategi nasional seperti Folu Net Sink dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang sesuai kebutuhan wilayah.
Baca Juga
DLH Apresiasi 19 Sekolah Peserta Adiwiyata 2025 di Palangka Raya
Ini bentuk kolaborasi yang konkret,” jelasnya. Berlianto menambahkan, keberhasilan adaptasi perubahan iklim tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah.
Diperlukan kesadaran kolektif dan konsistensi pelaksanaan program di tingkat lokal. “Harapan kami, setiap kelurahan dapat menjadi pusat gerakan adaptasi perubahan iklim, sehingga Palangka Raya semakin tangguh menghadapi perubahan lingkungan di masa mendatang,” pungkasnya. (R2)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.3 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Olahraga & Pendidikan
DLH Apresiasi 19 Sekolah Peserta Adiwiyata 2025 di Palangka Raya
Palangka Raya
FGD Penentuan Potensi Daerah, Pemko Palangka Raya Fokus pada Satu Wilayah Satu Prioritas Produk Unggulan
Palangka Raya
Pemko Palangka Raya Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Kota Layak Anak
Pemko Palangka Raya