Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh BRICS, Apa Untung Ruginya
ADMIN VOX MERDEKA
11 Januari 2025, 10:52 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 20:09 WIB
JAKARTA - Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS. BRICS adalah kelompok ekonomi berkembang yang didirikan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Kabar itu diumumkan pemerintah Brasil selaku pemegang presidensi BRICS, Senin (6/1). Indonesia dicalonkan sebagai anggota BRICS dalam pertemuan puncak kelompok tersebut pada Agustus 2023 lalu. “Pemerintah Brasil menyambut baik kehadiran Indonesia dalam BRICS.” Begitu bunti pernyataan resmi pemerintah Brasil dikutip Associated Press.
Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai negara dengan populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Sesuai sejarahnya, BRICS dibentuk sebagai penyeimbang bagi kelompok negara maju yang tergabung di G7 seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Jerman.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Lantas apa keuntungan bagi Indonesia menjadi anggota penuh BRICS? Sebagai anggota BRICS, Indonesia memiliki peluang memperluas perdagangan dengan negara-negara yang tergabung di BRIC seperti China, India, dan Brasil.
Selain itu, membuka peluang investasi dan ekspor produk unggulan Indonesia seperti kelapa sawit dan batubara. Manfaat lainnya adalah mengurangi Ketergantungan pada Dolar AS.
Sebab, BRICS tengah mempromosikan transaksi non-dolar dan memperkuat mata uang lokal dalam perdagangan. Kemudian, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengungkapkan untung dan rugi bila Indonesia masuk ke dalam negara anggota BRICS.
Dari sisi keuntungan, kalau Indonesia bergabung maka akan ada kerja sama lewat perdagangan berupa Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau trade agreement. “Kalau bergabung dan menjalin kerja sama baik bentuknya CEPA atau trade aggreement otomatis apakah market aksesnya makin besar atau tidak, kalau makin besar dibandingkan dengan G7 maka akan lebih besar lagi akses marketnya besar,” ungkapnya dikutip dari infobanknews.
Baca Juga
Banyak Mengalir Ke Luar Negeri, Prabowo Bentuk Bank Emas Pertama di Indonesia, Diresmikan 26 Februari
Sementara, bila dilihat dari sisi kerugiannya yaitu, Indonesia perlu waspada karena BRICS adalah negara yang secara geopolitik tidak menguntungkan karena ada Rusia didalamnya. “Kita juga harus balancing dengan Amerika Serikat, jadi masih fluid (cair) apakah akan dibawa ke geopolitiknya seperti apa, Indonesia juga sudah jelas kebijakan untuk internasionalnya seperti apa,” jelasnya. (R1)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.7 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Nasional
Banyak Mengalir Ke Luar Negeri, Prabowo Bentuk Bank Emas Pertama di Indonesia, Diresmikan 26 Februari
Ekonomi & Bisnis
Wakil Wali Kota Achmad Zaini Ikuti Rakor Kemendagri, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi
Nasional
Prabowo Resmikan 6 Kodam dan 198 Satuan Baru TNI
Olahraga