Kabut Asap Belum Aman, PJJ SMA-SMK di Kalteng Berlanjut Demi Keselamatan Siswa
ADMIN VOX MERDEKA
13 September 2026, 14:50 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 00:40 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) belum mencabut kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Kalteng.
Kebijakan tersebut tetap diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengatakan, keselamatan murid menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran selama kondisi udara belum sepenuhnya aman.
Pemantauan terhadap kondisi sekolah dan pelaksanaan pembelajaran juga dilakukan setiap hari sesuai arahan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. “Setiap hari pemantauan terus dilakukan.
Dari penyampaian siswa-siswi, mereka sangat merindukan suasana sekolah. Di sisi lain, mereka menyampaikan bahwa materi selama PJJ kurang mudah diterima dibandingkan pembelajaran tatap muka secara class to class,” ujar Reza saat ditemui awak media seusai mengikuti kegiatan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau sekolah di kawasan Petuk Ketimpun, Palangka Raya, Kamis (10/9/2026). Menurut Reza, penerapan PJJ di tengah kondisi karhutla bukan tanpa tantangan.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah perbedaan kualitas jaringan internet di setiap wilayah. Gangguan sinyal dapat membuat pembelajaran daring terputus-putus dan menghambat penyampaian materi kepada peserta didik. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko learning loss atau menurunnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
Reza mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses belajar sehari-hari, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap capaian akademik siswa, termasuk dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN). “Risiko learning loss ini juga menjadi pertimbangan kita.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Kita tidak hanya berbicara bagaimana anak-anak tetap belajar, tetapi juga bagaimana capaian pembelajaran mereka tetap terjaga. Karena ada TKA dan juga Asesmen Nasional yang harus kita pertimbangkan,” jelasnya. Untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran, Pemprov Kalteng telah menyiapkan Kelas Digital Huma Betang sebagai sarana pembelajaran daring.
Melalui platform tersebut, guru dapat memberikan materi dan tugas yang kemudian diunduh dan dikerjakan siswa untuk selanjutnya diunggah kembali.
Guru juga dapat memantau aktivitas pembelajaran secara online, termasuk pencatatan kehadiran saat kelas virtual berlangsung. Reza menjelaskan, kebijakan PJJ berlaku bagi SMA, SMK dan SKH di seluruh kabupaten/kota Kalteng.
Namun, penerapannya tetap memperhatikan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah. Artinya, sekolah dapat menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan perkembangan kondisi lingkungan. Salah satu sekolah yang telah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka adalah SMK Negeri 5 Palangka Raya.
Sekolah tersebut melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Kamis (10/9/2026) setelah kondisi cuaca dan kualitas udara dalam beberapa hari sebelumnya menunjukkan perbaikan. Meski demikian, Reza meminta pihak sekolah tetap berhati-hati.
Kondisi udara dapat berubah sewaktu-waktu karena kabut asap dapat terbawa angin. Karena itu, keputusan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka harus tetap mempertimbangkan kondisi udara dan risiko terhadap kesehatan siswa. Selain persoalan PJJ, Reza juga menyampaikan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan di Kalteng.
Baca Juga
Di Tengah Kabut Asap, Kelas Digital Huma Betang Jadi Pusat Pantau Pendidikan Kalteng
Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke kawasan Petuk Ketimpun yang turut meninjau fasilitas pendidikan. Menurut Reza, dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap pembangunan pendidikan di Kalteng cukup besar.
Bantuan revitalisasi diberikan kepada berbagai satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dan SMK, termasuk Sekolah Khusus. “Pak Gubernur sudah melaporkan bahwa dukungan Kemendikdasmen sangat luar biasa untuk Pemerintah Provinsi.
Kita mendapatkan banyak bantuan revitalisasi untuk SMA, SMK, dan Sekolah Khusus,” ungkapnya. Terkait kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan, termasuk plafon ruang guru yang mengalami kerusakan, Reza menyebut hal tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
Perbaikan sarana dan prasarana terus didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Reza menegaskan, PJJ akan tetap diberlakukan sampai kondisi udara benar-benar membaik dan tidak lagi menimbulkan risiko bagi kesehatan murid.
Menurutnya, keberlangsungan proses pendidikan tetap harus dijaga, namun keselamatan peserta didik tidak boleh dikorbankan. “Pelaksanaan PJJ ini akan terus berlanjut sampai kondisi udara membaik dan tidak berisiko bagi kesehatan murid, karena keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya. (RR)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.6 / 5 dari 5 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Olahraga & Pendidikan
Di Tengah Kabut Asap, Kelas Digital Huma Betang Jadi Pusat Pantau Pendidikan Kalteng
Olahraga & Pendidikan
Jumlah Murid SMA-SMK di Kalteng Tembus 101 Ribu, Komitmen Disdik Perluas Akses Pendidikan Inklusif
Olahraga & Pendidikan
Kabut Asap Makin Pekat, Disdik Kalteng Imbau Siswa Perketat Prokes dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Olahraga & Pendidikan