Melalui Penyuluhan, Pemko Palangka Raya Tegaskan Komitmen Cegah Kekerasan di Lingkungan Keluarga
yongkhi Redaksi1
30 Oktober 2025, 12:10 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 11:55 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Marina Permai melaksanakan Penyuluhan Pencegahan Kekerasan pada Perempuan, anak, dan Penyandang Disabilitas di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Palangka Raya, Kamis (30/10/2025).
Penyuluhan pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman tentang hak-hak mereka, dan cara melaporkan kekerasan.
Kegiatan ini mencakup edukasi mengenai jenis-jenis kekerasan yang rentan dialami, pentingnya mendeteksi perilaku mencurigakan, serta sosialisasi undang-undang terkait.
Kepala UPTD Puskesmas Marina Permai dr. Johanes Sihaloho mengatakan, kegiatan ini merupakan sebagai salah satu upaya Pemerintah untuk mengedukasi masyarakat untuk menghindari terjadinya tindak kekerasan kepada perempuan, anak, dan penyandang disabilitas berupa kekerasan fisik atau kekerasan non verbal yang berbentuk pembulian. “Setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesetaraan tanpa terkecuali.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Terlebih Penyandang disabiitas yang memiliki kekurangan pada fisik,” ucap Johanes. Johanes menambahkan, ada beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga yaitu faktor ekonomi dan faktor penyalahgunaan penggunaan zat aditif (narkoba). “Penggunaan narkoba sering memicu tindak kekerasan dalam rumah tangga karena efek penggunaan yang membuat kecanduan, membuat orang lupa diri dan akan berdampak juga pada ekonomi keluarga.
Kami telah bekerja sama dengan BNN Kota Palangka Raya untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Johanes. Dikatakannya, UPTD Puskesmas Marina Permai ke depannya akan melakukan penyuluhan pencegahan tindakan kekerasan ke sekolah-sekolah karena sebagian tindakan kekerasan terjadi juga di sekolah. “Semoga dengan penyuluhan ini masyarakat menjadi tahu efek psikologis kekerasan fisik atau non fisik yang dapat menimbulkan trauma pada korban.
Baca Juga
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Sehingga perilaku kekerasan dapat dicegah di kemudian hari,” pungkasnya. (R2)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.7 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
Kabut Asap Tekan Jarak Pandang Bandara Tjilik Riwut hingga 200 Meter, Penerbangan Tetap Normal
Palangka Raya
Virdian Aurellio Bersama Pemuda Kalteng Desak Pemerintah Hadir 30 Hari Tangani Karhutla
Palangka Raya