Punya Anggaran Besar Rp50 Miliar, Tapi Prestasi KONI Kalteng Tidak Sesuai Ekspektasi
Dana Besar Harus Diimbangi Dengan Prestasi yang Memadai
ADMIN VOX MERDEKA
11 Januari 2025, 13:53 WIB · Diperbarui 06 Oktober 2026 16:25 WIB
PALANGKA RAYA - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, menyoroti alokasi dana hibah sebesar Rp 50 miliar untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatra Utara 2024.
Menurutnya, dana yang besar tersebut tidak sebanding dengan pencapaian yang diraih. Pada PON Aceh-Sumut, Kalteng hanya berhasil menduduki peringkat ke-33, sementara pada PON Papua 2021 sebelumnya, provinsi ini berada di posisi ke-26.
Sudarsono menyatakan akan melakukan komunikasi dengan Komisi III karena KONI tidak bermitra langsung dengan Komisi I. “Meskipun secara keseluruhan keuangan berada di bawah Komisi I, penggunaan dana KONI tidak masuk dalam lingkup kami.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Keluhan terkait penggunaan dana yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat Kalteng menjadi perhatian untuk masa mendatang,” ujarnya dikutip dari prokalteng, Jumat (10/1).
Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa memberikan penilaian secara mendalam terkait penggunaan dana hibah tersebut.
Namun, ia menegaskan akan menyampaikan pandangan terkait ketidakseimbangan antara besarnya anggaran dengan hasil yang diperoleh. “Kami tidak dapat berkomentar terlalu jauh, tetapi keluhan masyarakat yang menilai anggaran besar tidak menghasilkan prestasi sesuai ekspektasi perlu menjadi catatan saat pembahasan RAPBD,” katanya.
Sudarsono juga menekankan pentingnya mengoptimalkan penggunaan dana agar prestasi olahraga sesuai dengan harapan publik. “Anggaran besar yang dialokasikan harus diiringi dengan pencapaian yang memadai,” tambahnya.
Baca Juga
APBD-P Kalteng 2026 Disepakati Rp5,58 Triliun, 222 Program Jadi Prioritas
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kotawaringin Timur dan Seruyan, Sudarsono mengusulkan adanya audit terhadap penggunaan dana hibah KONI. “Anggaran ini berasal dari rakyat Kalteng, sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan transparan.
Dana besar seharusnya diimbangi dengan prestasi yang lebih baik,” tutupnya. (R1)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.7 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
DPRD Kalteng
APBD-P Kalteng 2026 Disepakati Rp5,58 Triliun, 222 Program Jadi Prioritas
Pemprov Kalteng
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Pemprov Kalteng Tegaskan Fokus Efisiensi Anggaran dan Penanganan Karhutla
Kalimantan Tengah
Kebangkitan Voli Pangkalan Bun: Final KiM Cup 1 Membludak, Hadiah Puluhan Juta Ludes Terbagi
Kalimantan Tengah