Bapenda Palangka Raya Perkuat Strategi Optimalkan Penerimaan Pajak Daerah
yongkhi Redaksi1
01 Oktober 2025, 10:54 WIB · Diperbarui 10 Oktober 2026 06:53 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat strategi optimalkan penerimaan pajak daerah.
Hal ini disampaikan Kepala Bapenda, Emi Abriyani pada kegiatan Gebyar Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2025 di Palangka Raya, Rabu (1/10/2025).
Emi menyebutkan bahwa berbagai langkah nyata telah dilakukan, mulai dari pemutakhiran database PBB P2, penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), penerapan wajib lunas PBB bagi ASN dan PTT, hingga penghapusan denda administrasi.
Selain itu, Bapenda juga melaksanakan program “Ngaliling Lewu”, “Ngaliling Pasar”, dan “Ngaliling Kantor” yang bekerja sama dengan Kantor Pos dan Perbankan untuk memudahkan pembayaran pajak langsung di lapangan.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Program Ngaliling ini merupakan upaya jemput bola pembayaran PBB P2 dengan keliling ke berbagai lokasi. “Kami juga memberikan diskon 15 persen bagi wajib pajak yang melunasi PBB P2 lebih awal.
Ini bentuk stimulus agar masyarakat semakin tertib dan sadar pajak,” jelas Emi. Upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Per 30 September 2025, realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai 76,25 persen.
Beberapa jenis pajak bahkan melampaui target, seperti pajak jasa kesenian dan hiburan yang mencapai 125,94 persen dan pajak air bawah tanah yang melampaui target lebih dari dua kali lipat.
Emi menilai capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak, baik perangkat daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat. “Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses ini.
Baca Juga
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Tanpa kerja sama, target PAD tidak akan tercapai,” ucapnya. Bapenda juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga tren positif penerimaan pajak hingga akhir tahun anggaran.
Fokus diarahkan pada sektor-sektor potensial yang masih memiliki ruang optimalisasi.(R2)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
3.0 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
Kabut Asap Tekan Jarak Pandang Bandara Tjilik Riwut hingga 200 Meter, Penerbangan Tetap Normal
Palangka Raya
Virdian Aurellio Bersama Pemuda Kalteng Desak Pemerintah Hadir 30 Hari Tangani Karhutla
Palangka Raya