Data Terbaru Banjir Tanah Laut: 1.541 Rumah di Bati-Bati Terdampak, BPBD Ingatkan Waspada
ADMIN VOX MERDEKA
02 Januari 2026, 13:52 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 17:02 WIB
VOXMERDEKA.ID, PELAIHARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut merilis data terbaru terkait bencana banjir rob dan banjir genangan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut pada awal tahun 2026.
Data tersebut disampaikan pada Kamis (01/01) malam. Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi sejak tengah malam hingga subuh, yang diperparah oleh fenomena pasang air laut.
Akibatnya, ribuan rumah warga di beberapa kecamatan terendam air hingga masuk ke dalam rumah. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Tanah Laut, Kecamatan Bati-Bati menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, yakni mencapai 1.541 rumah.
Rinciannya, Desa Benua Raya sebanyak 819 rumah, Desa Bati-Bati 341 rumah, Desa Pandahan 241 rumah, Desa Banyu Irang 90 rumah, Desa Sambangan 21 rumah, Desa Ujung 17 rumah, dan Desa Nusa Indah 12 rumah. Selain itu, Kecamatan Kurau juga terdampak cukup parah dengan total 905 rumah terendam.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Sebaran rumah terdampak berada di Desa Kurau sebanyak 498 rumah, Desa Handil Negara 237 rumah, Desa Kali Besar 142 rumah, Desa Padang Luas 18 rumah, dan Desa Tambak Sarinah 10 rumah. Sementara itu, di Kecamatan Bumi Makmur tercatat sebanyak 350 rumah terdampak yang tersebar di sejumlah desa, di antaranya Desa Bumi Harapan, Handil Babirik, hingga Kurau Utara.
Kecamatan Tambang Ulang melaporkan 38 rumah terdampak yang berada di Desa Gunung Raja sebanyak 32 rumah dan Desa Kayu Abang 6 rumah. Di Kecamatan Pelaihari, genangan air merendam 32 rumah di Kelurahan Pemuda, sedangkan di Kecamatan Bajuin, Desa Kunyit tercatat 30 rumah terdampak. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tanah Laut, Aspi, menjelaskan, hingga Jumat (02/01), tim BPBD masih terus melakukan monitoring tinggi muka air di lapangan serta melakukan koordinasi secara berjenjang guna memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. “Data yang kami himpun masih bersifat sementara dan sewaktu-waktu dapat berubah.
Baca Juga
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Kami terus melakukan koordinasi berjenjang mulai dari camat hingga pemerintah desa yang terdampak, serta melaksanakan assessment dan kaji cepat di lokasi bencana,” jelas Aspi. Selain melakukan pendataan, BPBD Tanah Laut bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan juga telah menyiagakan dapur umum serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya di wilayah Kecamatan Kurau dan Bati-Bati yang terdampak cukup dalam. Menutup keterangannya, Aspi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil dan berpotensi memicu banjir susulan. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri, karena cuaca masih berpotensi menimbulkan banjir susulan,” tegasnya. (R1)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.3 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Palangka Raya
Karhutla Palangka Raya Capai 817 Kejadian, Luas Terbakar 1.401,90 Hektare
Palangka Raya
BPBD Palangka Raya Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Banjir
Palangka Raya
Aksi Sigap Damkar Palangka Raya Evakuasi Pohon Raksasa di Tengah Pemukiman Warga
Kalimantan Tengah