Canggih! Disdik Gunakan 'Pena Kalteng' Khusus untuk Kontrol Program MBG
ADMIN VOX MERDEKA
28 Oktober 2025, 23:09 WIB · Diperbarui 09 Oktober 2026 22:11 WIB
VOXMERDEKA.ID, PALANGKA RAYA – Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan komitmennya dalam menjalankan arahan Gubernur H.
Agustiar Sabran terkait pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Menurutnya, laporan evaluasi program tersebut akan disampaikan rutin setiap minggu menggunakan platform Pena Kalteng. Hal ini disampaikan Reza saat ditemui awak media di halaman Kantor Gubernur seusai mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Arahan Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (30/9/2025). “Bapak Gubernur menginginkan laporan itu rutin setiap minggu sekali ada di meja beliau.
Kami sudah siapkan sistemnya, melalui platform Pena Kalteng semua sekolah bisa mengunggah data menu makanan setiap hari, lalu laporan itu dicetak dan disampaikan secara berkala,” jelas Reza. Ia menyebutkan, evaluasi rutin tersebut merupakan bentuk fungsi pengawasan pemerintah provinsi sebagaimana arahan Presiden *Prabowo Subianto* agar pemerintah daerah turut mengawasi jalannya program. “Dengan aplikasi ini, sekolah tinggal mengunggah data setiap hari.
PASANG IKLAN
DI VOX MERDEKA
Jangkau lebih banyak pembaca di seluruh Indonesia
Semua transparan dan terpantau langsung,” tambahnya. Meski demikian, Reza mengakui sejauh ini belum ada laporan resmi yang masuk. Selain upaya tersebut, ia mengaku selama kunjungan ke sekolah, ia selalu melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Bahkan, Gubernur sempat memberikan teguran kepada salah satu penyedia SPPG di Barito Selatan. “Teguran itu terkait SOP dapur yang dinilai belum sesuai.
Surat teguran sedang diproses dan akan ditandatangani oleh Wakil Gubernur,” ungkapnya. Sebagai tindak lanjut, Disdik Kalteng akan mendorong evaluasi menyeluruh agar kualitas layanan MBG semakin baik. “Kami rekomendasikan agar semua penyedia meningkatkan standar pelayanan.
Surat juga akan kami teruskan kepada BGN untuk ditindaklanjuti melalui koordinator wilayah masing-masing,” kata Reza. Menanggapi isu yang beredar terkait larangan bagi kepala sekolah untuk mempublikasikan jika terjadi kasus keracunan makanan, Reza menegaskan bahwa hal itu tidak benar. “Arahan resmi dari Kemendikdasmen justru meminta sekolah mengaktifkan kembali UKS untuk pengawasan kesehatan siswa.
Baca Juga
Wujudkan Mimpi Kuliah: Pemprov Kalteng Hadirkan Try Out UTBK Gratis Hingga ke Pelosok
Tidak ada larangan publikasi, jadi kita jalankan sesuai kenyataan di lapangan,” tegasnya. Reza juga memastikan komunikasi antara Dinas Pendidikan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta penyedia SPPG di daerah sejauh ini berjalan baik. “Kami terus berkoordinasi, baik dalam hal data maupun pengawasan.
Prinsipnya komunikasi terjaga dengan baik dan kami mendukung penuh keberlangsungan program ini,” tutupnya. (R1)
Punya pertanyaan tentang berita ini?
Contoh pertanyaan:
Bagaimana menurut Anda tentang berita ini?
4.0 / 5 dari 3 rating
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Terkait
Olahraga & Pendidikan
Wujudkan Mimpi Kuliah: Pemprov Kalteng Hadirkan Try Out UTBK Gratis Hingga ke Pelosok
Olahraga & Pendidikan
Di Tengah Kabut Asap, Kelas Digital Huma Betang Jadi Pusat Pantau Pendidikan Kalteng
Olahraga & Pendidikan
Kabut Asap Belum Aman, PJJ SMA-SMK di Kalteng Berlanjut Demi Keselamatan Siswa
Olahraga & Pendidikan